Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Kamis, 1 Oktober 2009 | 21:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa yang melanda Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (30/9) menggugah rasa solidaritas PT Indonesia AirAsia. Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (1/10) malam, disebutkan untuk membantu korban gempa di Padang, PT Indonesia AirAsia akan memberikan penerbangan bantuan dari Jakarta-Padang dan Padang-Jakarta pada hari Minggu (4/10). Kursi akan diberikan secara cuma-cuma untuk penerbangan dengan Boeing 737-300. Kursi gratis bisa dipesan hanya melalui www.airasia.com mulai 2 Oktober, 2009 mulai pukul 08.00 pagi.

Di Padang, calon penumpang dapat memesan langsung di Bandara Minangkabau. PT Indonesia AirAsia juga akan mengalokasikan ruang kargo dengan kapasitas 1,5 ton untuk pengiriman bantuan obat-obatan, makanan dan barang lainnya yang diperlukan untuk membantu saudara-saudara di Padang.

“Rasa duka kami yang sedalam-dalamnya kami tujukan kepada masyarakat di Padang. Bantuan penerbangan ini menunjukkan bahwa kami sangat memperhatikan pelanggan kami. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Padang,” kata Dharmadi, CEO PT Indonesia AirAsia.

Menurut Dharmadi, sebagai maskapai yang berkomitmen untuk melayani masyarakat, bantuan penerbangan ini adalah bentuk kontribusi AirAsia bagi para keluarga untuk menjangkau sanak-saudaranya di Padang pada saat-saat kritis seperti sekarang ini.

AirAsia yang baru-baru ini memposisikan diri sebagai penerbangan ASEAN, bekerja sama dengan lembaga-lembaga sosial di wilayah ini yang ingin memberikan bantuannya kepada wilayah bencana. Untuk penerbangan Kuala Lumpur-Padang, AirAsia telah memberikan dukungan dengan menghilangkan biaya bagasi bagi Mercy, sebuah lembaga kemanusiaan yang bertempat di Malaysia, yang berangkat dari Kuala Lumpur menuju Padang menggunakan penerbangan AirAsia, dengan membawa bantuan persediaan dalam jumlah besar.

Bagi AirAsia, ini bukan pertama membantu masyarakat serta negara-negara di wilayah Asia dalam menghadapi bencana. AirAsia juga turut menjadi yang terdepan pada saat tsunami melanda Aceh pada tahun 2004, saat terjadi Cyclone Nargis di Myanmar (2008) dan gempa bumi di Sichuan, China pada tahun 2008. AirAsia juga membantu pada saat terjadi pengeboman di Bali, Indonesia pada tahun 2005 dengan memberikan 5.000 kursi gratis Jakarta ke Denpasar dan 6.000 kursi gratis Kuala Lumpur- Denpasar.


Sumber :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/01/21452120/airasia.sediakan.148.kursi.gratis.jakarta-padang-jakarta


Berita terkait :

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/10/01/brk,20091001-200370,id.html
 

mutitem wrote on Oct 11, '09
Bantuan ndesak: penyelamatan mreka yang tprangkap dibawah
reruntuhan. Hitungan menit nentukan hidup mati mreka.

Sayang skali kerna angkutan-berat AU-mu sangat lemah, kurangnya pralatan tepat-guna dan tenaga nyebabkan banyak nyawa tak terslamatkan.

Kerna slalu hanya tunggu ampunan Amrika tuk beli pesawat Hercules baru dan tak cepat cari sumber-lain dan tak cukup pendanaan tuk kekuatan angkutan udara nyebabkan banyak korban tak tertolong.

Jadi gempa ni tetap jadi pringatan kras pada pi-pihak pewenang kerna :

--- kubaca bahwa gempa ni tlah diramalkan sbelumnya, napa mreka tak cukup tanggap?;
--- Indonesia, kepulauan terluas di dunia wajib dan tak dapat ditawar keperluan punya lusinan pesawat angkut-berat tuk bantuan bencana, klaparan dan bahkan penunjang pembangunan sos.ek; ni tuk para birokrat kon-konco cukong dalam dan luar negri tu yang slama ni bkoar: dana utama hanya tuk ngisi perut.

Akhirnya, pringatan tuk setiap warga bahwa mreka harus punya pabrik dan membuat psawat udara sendiri, slain mbuat ka-kapal laut sendiri.
Add a Comment
   

Kian Santang

                       
    Cari pake Google   
        Cari kata di :
   google.co.id.
   Kian Santang